Assalamu'alaikum?
Malem ini, pas aku nulis ini berarti malem ke 26 di tahun 2014, semua masih sama sepi dan membosankan. Eh tapi tadi sore ada yang ngajak jalan, tapi gatau kenapa sekarang aku di rumah. Hahaha :D
Sejauh ini aku nggak mengharap ada tanda-tanda bakal perubahan, mungkin aku single untuk waktu yang lebih lama lagi, ahh hidupku indah..
Terus berbenah dan berkembang, menjadi yang terbaik untuk diri sendiri. Saat aku merasa aku baik, aku akan memberi aksi yang terbaik untuk semua, dan saat aku memberi aksi terbaik, semua akan memberi reaksi yang terbaik juga, catet!
Pernah denger spoof "Cinta itu apa adanya", ahh bullshit! Darimana kita bisa jatuh cinta sama orang lain? Ada ketertarikan, ada passion, dan ada takdir. Skip takdir, aku nggak mau menggurui. Kita bahas faktor lain.
Ok, ketertarikan. Darimana kita bisa tertarik sama seseorang? Right! Outside and Inside. Kenapa bisa gitu, ada banyak orang ada banyak karakter, sebagian orang berpendapat outside lebih penting dan dominan. Itu bener, minimal standar dan nggak norak lah. Karna aku perempuan, aku pikir seorang pria idaman itu bisa jaga penampilan. Tapi jangan berlebihan dan over, apalagi menyerupai perempuan, kiamat!!!
Di balik banyaknya ketertarikan dari sisi luar, ada inside interest. Balik lagi ke atas, setiap orang punya karakter, dan karakter ini berkaitan sama sifat, sifat itu dari lahir dan susah banget buat dirubah-rubah, tapi sifat bisa dikendalikan atau mungkin sesekali ditiadakan, ya sekiranya kita gunakan segala sesuatu pemberian Allah itu sebaik-baiknya ;)
Eh sini-sini, sifat seseorang ini biasanya berpengaruh besar sama sikap keseharian seseorang, Dimana sikap ini yang langsung berinteraksi dengan orang lain, biasanya dimulai dari kecocokan menjadi sebuah ketertarikan.
Passion, kenapa ada semangat atau dorongan semacam ini buat cinta? Jawabanmu salah! Oh kamu nggak jawab ya, maaf-maaf.
Gini, setiap orang melakukan segala sesuatu itu pasti ada pushment of unknown thing from the soul, sekecil apapun. Apalagi cinta, cinta itu berat. Lebih dari sekadar rasa dan ungkapan. Seseorang yang udah memaku diri disini (cinta) berarti dia harus berinteraksi lebih jauh, lebih dalam, lebih luas, dan lebih lebih lebih baik aku tidak jatuh cinta. Hehe..
Cinta memang fitrah manusia, itu hal wajar, itu manusiawi, dan itu memang salah satu anugrah dari Allah. Tapi cinta juga tempat nongkrong paling asyiknya setan dan iblis. Ah kesimpulanmu bener, cinta emang satu kata yang dimana isinya dua konflik yang bertolak belakang itu saling berhadapan dan terus berkesinambungan. Kita dituntut mampu mengendalikan semua hal yang berbeda untuk satu kesatuan. Catet! Catet!
Tapi bagaimana dengan cinta yang gagal? Jengjengjeng! (soundeffect tegang ala sinetron serial)
Gagal atau enggak itu tergantung kita yang mengartikan, gagal identik dengan usaha yang besar dan hasil yang tidak sesuai dengan harapan. Sebenernya itu nggak lebih dari sekadar mindset kok. Pusat pengendali gerak sadar itu otak, jadi kalau kamu bilang gagal dalam keadaan kamu sadar itu berarti cuma mind voice. Nggak mungkin kan kamu bilang gagal kalau kamu nggak sadar, itu mustahil.
Umumnya orang kalau gagal itu nggak langsung bangkit dan beranjak, tau kenapa? Nah itu! Evaluasi, berpikir, dan berencana! Baru kalau udah lanjut berusaha.
Seseorang yang pernah gagal dan mengevaluasi kesalahannya, harusnya nggak akan mengulang kesalahan itu lagi. Kalaupun ada orang yang mengulang kesalahannya lagi jangan sebut itu kesalahan, tapi itu apa yang dia tentukan. Catet lagi!!!
Dan orang Endonesa itu kalau gagal bercinta biasanya ada trauma trus milih jalan hidup buat sendiri tanpa pasangan, ada hal bodoh yang menggelikan disini, sendiri menjadi pilihan hidupnya tapi selalu over dan sumpah parno banget kalau dia itu berstatus single. Parah.
Jangan ngliatin aku kayak gitu! Iya aku suka bikin status yang menggambarkan ketidakpuasanku sama status available-ku ini kan, tapi itu nggak lebih dari status palsu yang mungkin cuma sekedar buat sensasi aja. Aku akui aku adalah salah satu spesies yang ingin diperhatikan, jangan hilangkan ini dari memorimu, "hanya pada bagian-bagian tertentu". Diperhatiin tapi nggak buat jadi pusat perhatian.
Saat ini aku sibuk encourage and refine pribadiku. Aku nggak memperbaiki aku di mata orang lain, tapi aku memperbaiki diriku untuk kebaikanku sendiri, aku selalu melakukan hal yang menurutku menyenangkan, dan menguntungkan. Jangan berfikir aku materialistis dan boros.
Disini menguntungkan setidaknya ada feedback yang bermanfaat. Kalau menyenangkan, ya tentu minimal aku senang melakoninya. Jangan terlalu memilih, semua hal itu ada kelebihan dan kekurangannya. Ya disini aku berdalih setidaknya kerugiannya tidak telalu menjatuhkan. Wiser hihi..
Aku baru sadar ini keluar dari konteks pembicaraan, aku khilaf.
Apa yang aku rasakan itu apa yang aku gambarkan lewat apa yang aku lakukan. Aku bukan tipe orang yang bisa menyembunyikan sesuatu, bodohnya aku terlalu mudah ditebak. Kalau sekarang aku banyak bicara tentang ketidaknyamananku dengan statusku sekarang, mungkin itu karena banyak godaan teman yang hobby pamer pacar, inisial Nendo, a'udzubillahi minas syaitanir rajim. Loh temanku setan? Hahaha, kabooor...
Find me on twitter >> @UmmiWahyuni_






1 komentar:
gak ono paedahe
Posting Komentar